Minggu, 10 Maret 2013

Enterprise Resource Planning (ERP) Systems


Industri Jasa Nasional - Produk Industri & Otomotif


"ERP memungkinkan perusahaan untuk memperoleh antar-operabilitas yang optimal antar semua bagian organisasi, menutup secara elektronik loop antara sistem informasi yang beroperasi di setiap situs."John Wolfenden, Fourth Shift UK
Perangkat lunak enterprise resource planning (ERP) merupakan sekumpulan program dan fungsi integrasi akuntansi perusahaan serta manajemen sumber daya dengan jadwal produksi dan pemesanan pelanggan. ERP menggantikan manufacturing resource planning (MRP II), yang tidak dapat memenuhi tantangan dari dunia manufaktur internasional yang terus berubah. ERP bersifat proaktif (contoh, "jika kita mendapatkan pesanan ini, pabrik yang seperti apa yang memiliki ketrampilan/kemampuan untuk menanganinya"), sementara MRP II lebih bersifat reaktif (contoh, "jumlah pemesanan telah berubah - apa yang perlu dilakukan untukmerespon perubahan tersebut?").
Istilah "enterprise resource planning" diciptakan untuk menunjukkan fakta bahwa sistem telah berkembang jauh melampaui keadaan awalnya sebagai sistem untuk mengetahui persediaan-transaksi dan sistem akuntansi biaya.Perangkat lunak ini sekarang berperan sebagai sarana untuk mendukung dan memperlancar keseluruhanproses pemenuhan pesanan. ERP juga dapat menyebabkan pembuatan ulang dari bisnis proses. Dengan menghilangkan hambatandi antara departemen fungsional dan mengurangi duplikasi usaha, sistem meningkatkanfleksibilitas dan kemampuan responsif.
Visi ERP adalah berkembang untuk menyertakan perusahaan yang diperluas. ERP yang diperluas adalah sebuah visi antar-perusahaan yang mencakup menyeimbangkan dan optimalisasi tidak hanya perusahaan saja, tetapi juga jaringan nilai, atau keseluruhan set dari bisnis proses pasokan dan permintaan yangmendorong pengiriman barang dan jasa dari perusahaan. ERP yang diperluas berkfokus pada pelanggan dan secara dinamis seimbang melalui optimalisasi asset dan proses transaksi yang sedang berlangsung,
 Dalam industri otomotif, misalnya, ERP mendukung transaksi pertukaran data elektronik (EDI) yang memperingatkan seluruh rantai pasok terhadap perubahan dalam suatu bidang.Sebuah perubahan dalam penjadwalan produk dengan OEM dapat berpengaruh terhadap kebiasaan memikirkan kebutuhan untuk sekarang ke pemasok. Banyak perusahaan melihat ke ERP untuk menyamakan data.Sama seperti pembuat mobil mencoba menyamakan standar global untuk membangun kendaraan di seluruh dunia, mereka juga mencoba untuk membuat menyederhanakan data tak berujung yang ada di dalam perusahaan. Sebuah sistem umum akan memungkinkan pelanggan dan pemasok untuk berbicara satu sama lain seolah-olah mereka bekerja untuk perusahaan yang sama. Siapapun yang bergabung dengan sistem berpotensi untuk berpartisipasi pada proyek-proyek pengembangan kendaraan, mengkoordinasikan penjadwalan pabrik, mengatur pengiriman bagian secara tepat waktu (just-in-time), pertukaran informasi penagihan dan data keuangan, berbagi mengenai rencana terhadap sumber daya manusia dan menjalankan model perencanaan pabrik.
Didorong terutama oleh masalah pemenuhan Tahun 2000, sebagian besar produsen memilih untuk terjun ke ERP atau sedang menyelidiki kemungkinan tersebut.Dampak ERP pada produsen rantai pasok, layanan pelanggan, dan manajemen informasi terus berkembang. Keseluruhan pasar telah mengalami pertumbuhan yang luar biasa dan telah berkembang untuk memenuhi tuntutan kebutuhan pelanggan.Langkah berikutnya dalam evolusi ini adalah munculnya paket 'bolt-on' untuk paket original ERP. Paket baru ERP ini yang lebih lengkap, diharapkan menjadi lebih murah dan lebih mudah untuk mengimplementasikan.Kekurangan sumber daya manusia, bagaimanapun, adalah masalah yang harus diatasi untuk melanjutkan pertumbuhan di pasar.

3 komentar:

  1. Sepertinya menarik munculnya paket "Bolt-on" ini. Biasanya organisasi jg harus memutuskan ERP seperti apa yang cocok utk perusahaan sesuai fungsinya. sepertinya "Bolt-on" dapat mencakup beberapa fungsi,,SCM, Product Lifecycle, CRM, dsb.

    Yang pasti paling asik kalau lebih murah.hahayy

    BalasHapus
  2. Monggo mampir ursulapuri.blogspot.com

    BalasHapus
  3. Nice post Ra...Ini dia EDI (Electronic Data Interchange) yang menghubungkan perusahan dengan pemasok materialnya....benar benar paperless teknologi, semua dilakukan via ERP nggak perlu telfon, fax, bikin price quotation. Saya pikir berguna sekali untuk perusahaan otomotif yang menggunakan "pull system" agar material bahan baku datang dalam jumlah dan waktu yang tepat....

    BalasHapus