Industri Jasa Nasional - Produk Industri &
Otomotif
"ERP
memungkinkan perusahaan untuk memperoleh antar-operabilitas yang optimal antar
semua bagian organisasi, menutup secara elektronik loop antara sistem informasi
yang beroperasi di setiap situs."John Wolfenden, Fourth Shift UK
Perangkat lunak
enterprise resource planning (ERP) merupakan sekumpulan program dan fungsi
integrasi akuntansi perusahaan serta manajemen sumber daya dengan jadwal
produksi dan pemesanan pelanggan. ERP menggantikan manufacturing resource
planning (MRP II), yang tidak dapat memenuhi tantangan dari dunia manufaktur
internasional yang terus berubah. ERP bersifat proaktif (contoh,
"jika kita mendapatkan pesanan ini, pabrik yang seperti apa yang memiliki
ketrampilan/kemampuan untuk menanganinya"), sementara MRP II lebih
bersifat reaktif (contoh, "jumlah pemesanan telah berubah - apa yang perlu
dilakukan untukmerespon perubahan tersebut?").
Istilah
"enterprise resource planning" diciptakan untuk menunjukkan fakta
bahwa sistem telah berkembang jauh melampaui keadaan awalnya
sebagai sistem untuk mengetahui persediaan-transaksi dan sistem akuntansi
biaya.Perangkat lunak ini sekarang berperan sebagai sarana untuk mendukung dan
memperlancar keseluruhanproses pemenuhan pesanan. ERP juga dapat menyebabkan
pembuatan ulang dari bisnis proses. Dengan menghilangkan hambatandi antara
departemen fungsional dan mengurangi duplikasi usaha, sistem
meningkatkanfleksibilitas dan kemampuan responsif.
Visi ERP adalah berkembang untuk menyertakan perusahaan yang
diperluas. ERP yang diperluas adalah sebuah visi antar-perusahaan yang mencakup
menyeimbangkan dan optimalisasi tidak hanya perusahaan saja, tetapi juga
jaringan nilai, atau keseluruhan set dari bisnis proses pasokan dan permintaan
yangmendorong pengiriman barang dan jasa dari perusahaan. ERP yang diperluas
berkfokus pada pelanggan dan secara dinamis seimbang melalui optimalisasi asset
dan proses transaksi yang sedang berlangsung,
Dalam
industri otomotif, misalnya, ERP mendukung transaksi pertukaran data elektronik
(EDI) yang memperingatkan seluruh rantai pasok terhadap perubahan dalam suatu
bidang.Sebuah perubahan dalam penjadwalan produk dengan OEM dapat berpengaruh
terhadap kebiasaan memikirkan kebutuhan untuk sekarang ke pemasok. Banyak
perusahaan melihat ke ERP untuk menyamakan data.Sama seperti pembuat mobil
mencoba menyamakan standar global untuk membangun kendaraan di seluruh dunia,
mereka juga mencoba untuk membuat menyederhanakan data tak berujung yang ada di
dalam perusahaan. Sebuah sistem umum akan memungkinkan pelanggan dan pemasok
untuk berbicara satu sama lain seolah-olah mereka bekerja untuk perusahaan yang
sama. Siapapun yang bergabung dengan sistem berpotensi untuk berpartisipasi
pada proyek-proyek pengembangan kendaraan, mengkoordinasikan penjadwalan
pabrik, mengatur pengiriman bagian secara tepat waktu (just-in-time),
pertukaran informasi penagihan dan data keuangan, berbagi mengenai rencana
terhadap sumber daya manusia dan menjalankan model perencanaan pabrik.
Didorong terutama
oleh masalah pemenuhan Tahun 2000, sebagian besar produsen memilih untuk terjun
ke ERP atau sedang menyelidiki kemungkinan tersebut.Dampak ERP pada produsen
rantai pasok, layanan pelanggan, dan manajemen informasi terus berkembang. Keseluruhan pasar telah mengalami
pertumbuhan yang luar biasa dan telah berkembang untuk memenuhi tuntutan
kebutuhan pelanggan.Langkah berikutnya dalam evolusi ini adalah munculnya paket
'bolt-on' untuk paket original ERP. Paket
baru ERP ini yang lebih lengkap, diharapkan menjadi lebih murah dan lebih mudah
untuk mengimplementasikan.Kekurangan sumber daya manusia, bagaimanapun, adalah
masalah yang harus diatasi untuk melanjutkan pertumbuhan di pasar.
Sepertinya menarik munculnya paket "Bolt-on" ini. Biasanya organisasi jg harus memutuskan ERP seperti apa yang cocok utk perusahaan sesuai fungsinya. sepertinya "Bolt-on" dapat mencakup beberapa fungsi,,SCM, Product Lifecycle, CRM, dsb.
BalasHapusYang pasti paling asik kalau lebih murah.hahayy
Monggo mampir ursulapuri.blogspot.com
BalasHapusNice post Ra...Ini dia EDI (Electronic Data Interchange) yang menghubungkan perusahan dengan pemasok materialnya....benar benar paperless teknologi, semua dilakukan via ERP nggak perlu telfon, fax, bikin price quotation. Saya pikir berguna sekali untuk perusahaan otomotif yang menggunakan "pull system" agar material bahan baku datang dalam jumlah dan waktu yang tepat....
BalasHapus